Selasa, 28 Juni 2011

Sahabatku yang Hilang


Persahabatan akan terasa sangat indah pabila bersama-sama. Layaknya segerombolan kupu-kupu yang menghiasi angkasa dengan kepakkan sayapnya yang berwarna warni seakan melepas lelah dari guncangan awan hitam yang menggundahkan hati. Begitupula dengan Hana dan Lisa. Dua insan ini adalah dua sahabat sejati yang selalu bersama dikala suka maupun duka. Meskipun banyak perbedaan yang membatasi mereka, namun eratnya persahabatan mereka membuktikan bahwa mereka tak akan pernah tergoyahkan oleh apapun.
Hana dan Lisa adalah seorang siswa SMA, mereka telah bersahabat sejak kecil. Hana adalahh seorang anak dari konglomerat yang semua kebutuhan dan keinginannya serba tercukupi dan memiliki orangtua yang begitu sayang padanya. Namun disisi lain, Lisa adalah seorang gadis miskin yang harus menerima nasib untuk hanya tinggal bersama ibunya, yangmana ayahnya telah meninggalkannya kala ia masih kecil. Lisa juga hanya dapat berharap pada beasiswa yang didapatnya untuk tetap dapat bersekolah. Walaupun demikian, dengan kebersamaan itu, Hana selalu merasakan sebuah kebahagiaan saat bersama sahabatnya itu.
Namun tidak untuk hari itu, kebahagiaan yang telah dirajut bertahun-tahun seolah pudar oleh satu hari itu. Sulit untuk Hana menyadari bahwa orang yang sangat ia cintai dan ia sayangi kini telah pergi untuk selama-lamanya. Sosok mama yang begitu lembut dimatanya, mama yang selalu memberikannya ketenangan, dan sosok mama yang amat teramat penting dihidupnya, kini telah tiada. Karena nyatanya, keganasan kanker tulang belakan itu telah merenggut nyawa mamanya. Hanya deruan air mata dan penyesalan yang menyakitkan lah yang ia dapatkan.
Namun disini lah sosok Lisa berperan, Lisa selalu mencoba untuk menghibur Hana. Lisa dan ibunya lah yang selalu menemani kehidupan Hana kini. Mereka sangat menyayangi dan peduli terhadap kehidupan Hana dan papanya saat ini. Hari-hari Hana dan papanya sangat bahagia akan kehadiran Lisa dan ibunya di kehidupan mereka yang tentunya masih dihantui oleh kesedihan itu.
Melihat kedekatan yang sangat akrab itu membuat papa Hana memikirkan akan sosok mama yang dibutuhkan Hana saat ini. Oleh karena itu papa Hana memutuskan untuk menikahi ibunya Lisa yang baginya pantas bagi Hana. Mendengar keputusan papanya itu Hana pun sangat senang dan bahagia, begitu pula dengan Lisa dan ibunya.
Seorang Hana kini pun telah memiliki sosok mama yang baru yang kiranya sangat menyayanginya. Mulanya kehidupan keluarga baru itu pun selalu diiringi oleh kebahagiaan. Namun beberapa hari paskah pernikahan itu, lagi-lagi Hana larut dalam keterpurukan, mau tak mau ia harus menerima kehendak Yang Maha Kuasa untuk memanggil kembali papanya. Hana begitu sedih saat itu, ia benar-benar kecewa terhadap takdirnya. Dan keterpurukan itu semakin menjadi-jadi saat ia mengetahui bahwa mama tiri dan saudara tirinya yang merupakan sahabat sejatinya yang selama ini selalu memberikannya kebahagiaan kini telah menelantarkannya dan selalu menyiksanya dengan perbuatan yang tidak sepantasnya terjadi. Mereka menjadi orang yang kejam dan sadis. Hana begitu kecewa terhadap mama dan saudara tirinya itu, ia sungguh tak menyangka dengan semua perbuatan yang dilakukan mama dan saudara tirinya itu. Kin sosok sahabat yang selalu membuatnya tersenyum, yang selalu hadir dalam kehidupannya saat suka maupun duka, kini pun telah hilang.
Seakan tak sanggup menerima semua kenyataan, Hana pun memutuskan untuk tinggal bersama pamannya yang selama ini tinggal di Amerika dan meninggalkan mama dan saudara tirinya, Lisa dengan harta kekayaan peninggalan papanya. Kini ia pun kembali merajut kebahagiaan itu dengan hidup bersama paman dan keluarganya yang lain di Negara Paman Sam itu. Tetapi satu yang selalu ia ingat dan takkan terlupakan, bahwa walau bagaimanapun juga, Lisa adalah satu-satunya sahabat sejati yang terbaik yang pernah ia miliki sepanjang hidupnya ..


Meskipun sosok itu telah hilang, but, You are`the only best friend that I ever had, Lisa .. Your besties ; Hana ;))



0 komentar:

Posting Komentar